Postingan

Edisi Curhat : Siapa Aku? versus Aku Siapa?

Gambar
Oleh. Raddy Ibnu Jihad Alhamdulillah sobat pena dimanapun kalian berada... Banyak sekali seminar yang membahas tentang kemampuan dasar setiap manusia itu berbeda. Berbeda dalam hal apa ya? Dalam hal apapun sih. Kalo kita mencermati inti dari pembahasan tersebut adalah mengarah dari lifeskill yang pada akhirnya menjadi senjata untuk hidup (wkwkwk... perang kaleeee...). Aduh jadi terlihat resmi bingitz ya sobat. Oke back to theme (kembali ke tema....). Kembali lagi berbicara tentang kemampuan dasar tadi sob. Berkali kali kita sering disuguhi perbincangan tentang siapa aku atau aku siapa untuk kehidupan ini. Entah itu posisi di masyarakat atau istilah kerennya peran kita itu penting nggak sih. (gubrak....) Sebenarnya penting atau nggaknya orang bilang tentang peran kita dilingkungan merupakan sebuah kesalahan fatal. Pertanyaan yg sangat tidak fair. Coba dech kita merenungi lebih seksama. Masak iyya ada peran yang nggak penting sih. Kalo kita lihat pada sebuah film misalny...

Edisi Curhat : Aku Penulis (2)

Gambar
Oleh. Raddy Ibnu Jihad Alhamdulillah sobat pena dimanapun kalian berada... Lumayan lama juga aku ndak nulis di laman blog tercinta ini, hehehe... Sebenarnya bukannya ndak sempet atau ndak ada ide (widih gaya bingitz ya..), melainkan penyakit malas yang bersarang kronis nih. Wakakaka... padahal penyakit malas kan harus diberantas sampai akar-akarnya (pohon kaleeee...) Oke sobat pena.... Pada edisi curhat sebelumnya adalah motivasi sekadarnya tentang menjadi seorang penulis. Nah, setelah sekian lama merenungi kira-kira gimana nih buat sobat pena sekalian. Adakah sebuah inspirasi menyusup ke dalam otak untuk menggerakkan tangan buat menulis (mengetik kalo pake laptop or PC hehehe...). Kalo udah dateng tuh yang namanya inspirasi janagn ditunda-tunda lagi ya sob. Soalnya biasanya tuh inspirasi pilih-pilih waktu buat ketemuan hehe... kalo kita cuekin ntar pergi lagi lho sob (parah kan...) Berbicara masalah inspirasi sebenarnya dia selalu jalan-jalan d...

Ketika Sakit

Gambar
Oleh. Raddy Ibnu Jihad Apa yang kita lakukan saat sakit datang? Mengeluh? Menggerutu? Menyalahkan keadaan? Bersyukur? Berdoa?   Waktu dimana kita sering mengeluhkan tak mampu beraktivitas adalah ketika sakit. Sering pula merasa tak berguna saat sedang sakit. Sering pula merasa banyak menyesal saat sakit menghampiri. Apakah salah ketika kita sedang sakit? Ataukah kita sedang mendapat hukuman dari Allah ketika sedang sakit? Hal ini sesungguhnya moment yang tidak boleh digerutuki kedatangannya. Kenapa demikian? Coba deh lihat, baca, dan renungkan ayat berikut ini sobat, الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ {78} وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ {79} وَإِذَامَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ {80} وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ {81} “(78) (yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku, (79) dan Yang memberi makan dan minum kepadaku, (80) dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku, (81) dan Yang ak...

Bagaimana Tahun Barumu sobat?

Gambar
Oleh. Raddy Ibnu Jihad “Duooor.... duooor” Percikan kembang api menghiasi langit malam yang gelap Tahun 2016 sejenak lagi akan berakhir. Tinggal menunggu waktu yang menjawab. Segala pernak pernik atribut mulai diperdagangkan di setiap sudut kota. Bahkan bermunculan para pedagang musiman yang muncul sesuai dengan event yang akan terlaksana. Mulai dari anak kecil sampai dewasa telah bersiap dengan perlengkapannya masing-masing. Satu hal lagi yang terlepas dari momentum ini adalah kesempatan emas bagi para pedagang besar untuk meraih keuntungan semakin besar. Diadakannya event-event menyambut tahun baru. Mulai dari paket camping, night party, festival, konser, diskon, sampai berbagai produk baru yang berdasarkan tema terkait. Kembang api mulai menjamur disana-sini. Pedagang terompet menyeruak di setiap jengkal kaki melangkah. Panggung-panggung konser mulai didesain semeriah mungkin. Doorprise cantik, menawan yang memikat telah jauh disiapkan. Pastinya gemerlap ma...

Alarm Bernama Kematian

Gambar
Oleh. Raddy Ibnu Jihad كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan” (QS. Al Ankabuut (29) : 57) Sebuah kepastian yang tak dapat ditolak adalah kematian. Siapapun dia, dari kalangan yang bagaimanapun, dari profesi yang seperti apapun. Kematian bukan memilih usia, karena muda ataupun tua bukan jaminan lebih dulu. Dunia bukanlah tempat hidup semestinya. Sesungguhnya kampung akhirat adalah tempat kembali.  Berbicara masalah kematian sering membuat orang bergidik ngeri tak mau membahasnya. Padahal ini merupakan hal pasti yang akan kita alami. Tak ada ilmu apapun yang dapat menolak kematian. Memajukannya ataupun memundurkannya. Sejengkalpun kita tak bisa mengubahnya apalagi menhindarinya. Jelas itu merupakan hal mustahil. لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ فَلاَيَسْتَئْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَيَسْتَقْدِمُونَ ..... “..... Bag...