Postingan

Open Pre Order Buku Antologi Ketiga

Gambar
Teruntuk para perempuan. Kita memang rapuh, tetapi tahukah bahwa kita diciptakan dengan segudang belas kasih? Itu sebab mengapa perempuan ditakdirkan untuk menjadi seorang ibu dan istri. Ia tangguh dalam menghadapi kehidupan demi keluarga kecil mereka. Ia sanggup tegar saat tersadar untuk harus segera bangkit.
Teruntuk para lelaki. Lihatlah kami-perempuan-dalam memandang kehidupan. Kami siap untuk diajak tegar. Namun, tak jarang kami juga berputus asa mengingat perasaan kami gampang terpatahkan. Tuntunlah kami menyelaraskan antara rasa dan logika. Karena ada yang bilang, perempuan mendominasi rasa sedangkan kalian memdominasi logika. (Anjar Lembayung, Editor AePublishing, Penulis Novel "Arimbi")
Buku ini berisi sekumpulan kisah dan rasa dari setiap perempuan dalam meniti hidup. Sangat sayang untuk dilewatkan. 

Berminat? Silakan pesan sekarang juga! Harga spesial selama masa pre order.

Whatsapp : 085868568100
Fanpage : facebook.com/OfficialFanpageRaddy/
Instagram : @raddyibnujihad

#p…

Patung Lilin - Bagian 4

oleh. Raddy Ibnu Jihad
Aku masih tak percaya dengan apa yang kulihat. Orang yang membawa kapak itu adalah Evan. Dia berlari ke arah hutan lurus dari arah pecahnya jendela kayu. Kuikuti sambil tetap bersembunyi. Terlihat dia memakai jaket berwarna hijau tebal. Itu jaket milik Evan. Apakah benar Evan akan mencederai teman-temannya sendiri?
Terdengar seperti kotak kayu besar terjatuh ke lantai atau sengaja dijatuhkan. Kalau tidak salah arah suara berasal dari kamar seberang ruangan patung lilin.
“Hah! Kamar tempatku istirahat bersama Evan!” seruku seketika. Aku lupa kalau sedang bersembunyi. Bergegas menuju kamar tempat istirahat. Sesampainya di depan kamar kurang lebih sepuluh meter, aku baru ingat kalau tadi baru saja mengejar seseorang berwajah Evan dan mengenakan jaketnya. Berarti kalau orang yang berlari menuju hutan adalah Evan di kamar ini kosong tak ada orang. Namun, jika Evan ada di dalam berarti orang yang membawa kapak bukan dirinya.
Kubuka pelan-pelan pintu kamar istirahat kami d…

Patung Lilin - Bagian 3

Gambar

Patung Lilin - Bagian 2

Gambar
Sejak awal melihat rumah ini, aku sudah menduga ada sesuatu yang mencurigakan. Apalagi kakek tua yang mempersilakan kita masuk. Antara takut dan penasaran aku berniat kembali ke ruang tamu mencari Evan. Benar sekali. Akar masalahnya adalah Evan. Gara-gara suara misterius tersebut, akhirnya kita semua terdampar di rumah kakek horor itu.
“Maaf nak, kami sudah menunggumu dari tadi?” kata kakek tua yang mengenakan setelan kemeja panjang dan celana berwarna hitam dengan suara serak.
“Iya kek,” jawabku.
Kakek itu mengagetkanku lagi. Kemudian kuikuti saja langkahnya menuju ruang tamu. Ada Evan dengan santainya menyeruput teh panas dan makan biskuit. Padahal kita sedang tersesat. Entah apa yang ada dalam pikirannya? Tapi sebenarnya aku masih penasaran dengan ruangan penuh patung lilin tadi? Apakah kakek tua itu yang membuatnya? Apakah semua itu benar-benar patung lilin manusia?
“Silakan dinikmati teh panas dan makanannya, nak,” kata kakek membuyarkan pikiranku yang sedang serius berkelana penas…

Patung Lilin - Bagian 1

Gambar
oleh. Raddy Ibnu Jihad
Aku mencoba untuk tenang dalam situasi yang seperti apapun. Termasuk saat ini. Aku tersesat di hutan. Memang ada Evan bersamaku, namun itu masih tak membuatku tenang. Awalnya petualangan jelajah hutan menjadi hal yang sangat menarik pagi hari tadi. Uh, kenapa juga harus kuikuti saran Evan saat mendengar suara aneh yang berlawanan dari arah perjalanan kami.
“Rio! Stop! Lihat rumah di depan! Ada cahaya! Mungkin ada orang disana…!” Teriak Evan lima belas meter di depanku agar aku melihat ke arahnya.
“Tapi ini kan tengah hutan Evan, jangan-jangan?” ucapku ragu. Tubuhku bergidik menggigil membayangkan kalau bukan manusia yang berada disana melainkan makhluk tak kasat mata.
“Sudah, jangan berpikir macam-macam. Yang penting kita bisa bermalam dulu, udara mulai dingin. Sepertinya akan hujan?” Evan menarik-narik tanganku. Aku masih diam. Takut.
“JLEDAAAAAAARRRRRRRRR”
Tiba-tiba suara gemuruh diiringi hujan deras langsung mengguyur tubuh kami. Akhirnya terpaksa, kuikuti sekali l…

Aku Manusia Biasa

Gambar
Oleh. Raddy Ibnu Jihad*


Tak ada perfect human alias manusia sempurna tanpa salah sedikit pun. Itulah mengapa manusia dicipta demikian, agar ia selalu berada dalam naungan ilahiyah. Agar kita selalu bisa bersyukur dalam berbagai kondisi. Agar kita bisa memahami segala aspek hanya karena Allah telah memberi langkah dan pilihan. Keputusan ada di tangan kita.
Langkah kita adalah wujud dari keyakinan yang kita pilih. Allah selalu memberikan konsekuensi dari setiap keputusan yang ditentukan. Tentu saja kebenaran hanya milik-Nya. Dengan demikian ikutilah jalan-Nya maka engkau akan sampai pada tujuan sebenarnya. Apabila sedikit saja jalan kita berkelok, karena godaan maupun rintangan yang akhirnya membuat kelam dan tersesat. Sungguh Allah tetap membuka lebar kasih sayang-Nya. Tinggal bagaimana kita mau mengambilnya atau tidak. Seperti sebuah pepatah walapun nasi telah menjadi bubur. Sesuatu yang telah terjadi tidak bisa dikembalikan lagi ke asalnya. Maka, langkah yang seharusnya diambil adalah…

MENERJEMAHKAN BAHASA AKAL DAN HATI

Gambar
Oleh. Raddy Ibnu Jihad*
Manusia diberi anugrah akal dan hati. Selayaknya mampu berjalan seiring dan berkaitan. Namun, anehnya ketika hati mendominasi, maka langkah kongkrit sering terbengkelai. Begitu pula ketika akal menguasai, seakan manusia menjadi makhluk berjiwa robot yang kaku dan keras kepala.
إِنَّ فىِ خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرْضِ وَ اخْتِلَافِ الَّيْلِ وَ النَّهَارِ وَ الْفُلْكِ الَّتىِ تجَْرِى فىِ الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَ مَا أَنزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِن مَّاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتهَِا وَ بَثَّ فِيهَا مِن كُلّ‏ِ دَابَّةٍ وَ تَصْرِيفِ الرِّيَحِ وَ السَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَ الْأَرْضِ لاََيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُون‏
“Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi; dan pertukaran malam dan siang; dan (pada) kapal-kapal yang belayar di laut dengan membawa benda-benda yang bermanfaat kepada manusia; demikian juga (pada) air hujan yang Allah turunkan dari langit lalu Allah hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matiny…