Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

[Konsisten Berkarya]

oleh. Raddy Ibnu Jihad Sepertinya terlihat mudah apa yang direncanakan. Karena,   kita melihat hanya dari satu sisi semata. Impian untuk menghasilkan karya yang kerenpun juga hanya akan menjadi sekadar impian saat kita tidak konsisten untuk melakukannya. Seorang penulis dikatakan produktif ketika beliau terus menulis dan menghasilkan karya yang tak putus. Seorang aktor dikatakan produktif ketika rutin membintangi berbagai film atau series. Begitu pula profesi yang lainnya. . . . Membangun impian adalah sebuah keharusan. Karena dengan hal tersebut, kita akan semakin mantap untuk melangkah ke depan. Taka da keraguan untuk menyongsong dan menyambut masa depan. Sekali lagi, konsisten berkarya itu memang tak mudah. Namun semua itu dapat kita lakukan ketika komitmen kuat mengakar dan menghujam dalam diri. . . . In sya Allah tahun ini sayapun demikian. Ingin membuktikan pada diri sendiri bahwa konsisten menulis itu bisa. Konsisten untuk berkarya itu bisa. . ....

Aku Manusia Biasa

Gambar
Oleh. Raddy Ibnu Jihad* doc. salamdakwah.com Tak ada perfect human alias manusia sempurna tanpa salah sedikit pun. Itulah mengapa manusia dicipta demikian, agar ia selalu berada dalam naungan ilahiyah. Agar kita selalu bisa bersyukur dalam berbagai kondisi. Agar kita bisa memahami segala aspek hanya karena Allah telah memberi langkah dan pilihan. Keputusan ada di tangan kita. Langkah kita adalah wujud dari keyakinan yang kita pilih. Allah selalu memberikan konsekuensi dari setiap keputusan yang ditentukan. Tentu saja kebenaran hanya milik-Nya. Dengan demikian ikutilah jalan-Nya maka engkau akan sampai pada tujuan sebenarnya. Apabila sedikit saja jalan kita berkelok, karena godaan maupun rintangan yang akhirnya membuat kelam dan tersesat. Sungguh Allah tetap membuka lebar kasih sayang-Nya. Tinggal bagaimana kita mau mengambilnya atau tidak. Seperti sebuah pepatah walapun nasi telah menjadi bubur. Sesuatu yang telah terjadi tidak bisa dikembalikan lagi ke asalnya. Maka, ...

MENERJEMAHKAN BAHASA AKAL DAN HATI

Gambar
doc. shawnlwelch.com Oleh.  Raddy Ibnu Jihad* Manusia diberi anugrah akal dan hati. Selayaknya mampu berjalan seiring dan berkaitan. Namun, anehnya ketika hati mendominasi, maka langkah kongkrit sering terbengkelai. Begitu pula ketika akal menguasai, seakan manusia menjadi makhluk berjiwa robot yang kaku dan keras kepala. إِنَّ فىِ خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرْضِ وَ اخْتِلَافِ الَّيْلِ وَ النَّهَارِ وَ الْفُلْكِ الَّتىِ تجَْرِى فىِ الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَ مَا أَنزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِن مَّاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتهَِا وَ بَثَّ فِيهَا مِن كُلّ‏ِ دَابَّةٍ وَ تَصْرِيفِ الرِّيَحِ وَ السَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَ الْأَرْضِ لاََيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُون ‏ “Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi; dan pertukaran malam dan siang; dan (pada) kapal-kapal yang belayar di laut dengan membawa benda-benda yang bermanfaat kepada manusia; demikian juga (pada) air hujan yang Allah turunkan dari langit lalu Allah hidupkan de...

Ketika Sakit

Gambar
Oleh. Raddy Ibnu Jihad Apa yang kita lakukan saat sakit datang? Mengeluh? Menggerutu? Menyalahkan keadaan? Bersyukur? Berdoa?   Waktu dimana kita sering mengeluhkan tak mampu beraktivitas adalah ketika sakit. Sering pula merasa tak berguna saat sedang sakit. Sering pula merasa banyak menyesal saat sakit menghampiri. Apakah salah ketika kita sedang sakit? Ataukah kita sedang mendapat hukuman dari Allah ketika sedang sakit? Hal ini sesungguhnya moment yang tidak boleh digerutuki kedatangannya. Kenapa demikian? Coba deh lihat, baca, dan renungkan ayat berikut ini sobat, الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ {78} وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ {79} وَإِذَامَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ {80} وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ {81} “(78) (yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku, (79) dan Yang memberi makan dan minum kepadaku, (80) dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku, (81) dan Yang ak...

Bagaimana Tahun Barumu sobat?

Gambar
Oleh. Raddy Ibnu Jihad “Duooor.... duooor” Percikan kembang api menghiasi langit malam yang gelap Tahun 2016 sejenak lagi akan berakhir. Tinggal menunggu waktu yang menjawab. Segala pernak pernik atribut mulai diperdagangkan di setiap sudut kota. Bahkan bermunculan para pedagang musiman yang muncul sesuai dengan event yang akan terlaksana. Mulai dari anak kecil sampai dewasa telah bersiap dengan perlengkapannya masing-masing. Satu hal lagi yang terlepas dari momentum ini adalah kesempatan emas bagi para pedagang besar untuk meraih keuntungan semakin besar. Diadakannya event-event menyambut tahun baru. Mulai dari paket camping, night party, festival, konser, diskon, sampai berbagai produk baru yang berdasarkan tema terkait. Kembang api mulai menjamur disana-sini. Pedagang terompet menyeruak di setiap jengkal kaki melangkah. Panggung-panggung konser mulai didesain semeriah mungkin. Doorprise cantik, menawan yang memikat telah jauh disiapkan. Pastinya gemerlap ma...

Alarm Bernama Kematian

Gambar
Oleh. Raddy Ibnu Jihad كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan” (QS. Al Ankabuut (29) : 57) Sebuah kepastian yang tak dapat ditolak adalah kematian. Siapapun dia, dari kalangan yang bagaimanapun, dari profesi yang seperti apapun. Kematian bukan memilih usia, karena muda ataupun tua bukan jaminan lebih dulu. Dunia bukanlah tempat hidup semestinya. Sesungguhnya kampung akhirat adalah tempat kembali.  Berbicara masalah kematian sering membuat orang bergidik ngeri tak mau membahasnya. Padahal ini merupakan hal pasti yang akan kita alami. Tak ada ilmu apapun yang dapat menolak kematian. Memajukannya ataupun memundurkannya. Sejengkalpun kita tak bisa mengubahnya apalagi menhindarinya. Jelas itu merupakan hal mustahil. لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ فَلاَيَسْتَئْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَيَسْتَقْدِمُونَ ..... “..... Bag...