Postingan populer dari blog ini
Ban Bocor
Oleh
Raddy Ibnu Jihad
-
Oleh. Raddy Ibnu Jihad doc. www.MobiLku.org Sebuah tragedi yang tiba-tiba membuat galau mendadak ini sering dialami oleh siapapun. Tidak memandang status maupun jabatan. Mengeluh, mencaci, menggerutu, gemerutuk dalam hati. Pada dasarnya mewakili perasaan hati yang sedang berkecamuk saat itu. Sudah benarkah sikap kita sobat? Perlu dicermati dan renungkan kembali sikap kita menghadapi situasi tersebut, ketika kita sedang menghadapinya. Benarkah kemudian kita menyalahkan situasi? Atau menggerutuki diri atas kejadian yang terjadi? Setelah itu, apakah kemudian tiba-tiba keajaiban terjadi? ( jeng... jeng... jeng... seperti dunia sihir Harry Potter ). Tentu saja tidak sobat. Mau mulut kita sampai berbusa-busa dalam menyalahkan keadaan, atau menggerutu sampai berdarah-darah ( he...he... sadis ya ). Keadaan tidak akan kemudian berubah seperti membalikkan telapak tangan. Nah, trus apa yang seharusnya dilakukan? Hal ini merupakan ujian ket...
Aku Manusia Biasa
Oleh
humas/rad
-
Oleh. Raddy Ibnu Jihad* doc. salamdakwah.com Tak ada perfect human alias manusia sempurna tanpa salah sedikit pun. Itulah mengapa manusia dicipta demikian, agar ia selalu berada dalam naungan ilahiyah. Agar kita selalu bisa bersyukur dalam berbagai kondisi. Agar kita bisa memahami segala aspek hanya karena Allah telah memberi langkah dan pilihan. Keputusan ada di tangan kita. Langkah kita adalah wujud dari keyakinan yang kita pilih. Allah selalu memberikan konsekuensi dari setiap keputusan yang ditentukan. Tentu saja kebenaran hanya milik-Nya. Dengan demikian ikutilah jalan-Nya maka engkau akan sampai pada tujuan sebenarnya. Apabila sedikit saja jalan kita berkelok, karena godaan maupun rintangan yang akhirnya membuat kelam dan tersesat. Sungguh Allah tetap membuka lebar kasih sayang-Nya. Tinggal bagaimana kita mau mengambilnya atau tidak. Seperti sebuah pepatah walapun nasi telah menjadi bubur. Sesuatu yang telah terjadi tidak bisa dikembalikan lagi ke asalnya. Maka, ...

Komentar
Posting Komentar