Siluet Mimpi Seorang Insan

Sejenak ada bayang yang terbesit. Mengingatkan pada sebuah kisah masa lalu. Walaupun kini ia dan aku sungguh jauh berbeda, namun kuyakin bahwa tiada saat terindah bersamanya. Sendu seingkali terasa ketika ingatan itu tiba-tiba muncul. Ada apa sebenarnya? lalu, berganti cemas yang menyelimuti. Detak itu masih terasa begitu kencang. Lirih namun halus kurasa. Siapapun orangnya tak akan pernah mudah melupakannya, setelah kisah indah yang terangkai dalam sebuah gejolak. Tak ada yang mampu menepis bahwa itu benar adanya. Risau pun juga tidak. Bingung pun juga enggan. Hanya ada diam terpaku dan bersandar pada ketidak pastian. Bukan pejuang katanya bila ia tak berdarah-berdarah. Bukan pahlawan bilangnya jika tak menenteng senjata. Bukan jagoan sedianya tak gagah dalam sebuah medan. Apalah sebenarnya maksud pandangan tersebut. Seperti siluet yang hanya menampakkan satu sisi, bahkan romannya pun tak nyata. Kelebihan yang ada bukan sebuah alat untuk mengangkat kedigdayaan. begitu pula ...